SELAMAT DATANG DI BLOG RETAS YAYASAN KHAZANAH KEBAJIKAN PUSAT
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2008

Larangan Minum dan Makan Sambil Berdiri

Dari Anas dan Qatadah RA, dari Nabi SAW, "Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri." Qotadah RA berkata, "Bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab, "Itu lebih buruk lagi." (HR. Muslim dan Turmidzi). Dalam hadits lain, dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, "Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!" (HR. Muslim).

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata, "Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama, maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah SAW pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat! Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis, dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin."

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Ibrahim Al-Rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Oleh karena itu, marilah kita kembali hidup sehat dan sopan dengan kembali ke pada adab dan akhlak Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang-orang yang tidak mendapat hidayah Islam.
[Qiblati-04/ II](KotaSantri.com)

Renew Our Life

Oleh: Mr. Kamal

Perubahan pasti terjadi pada siapapun, kapanpun dan di manapun, ada di antara kita yang menjadi lebih buruk dan ada pula yang menjadi lebih baik, namun hendaknya kita tidak sibuk dengan masa masa lalu, solusinya sekarang tinggal bagaimana kita “Renew our life” (perbarui hidup kita)?

Sobat, demikianlah jika manusia mampu menggendalikan diri dan memanfaatkan waktu serta mampu menghadapi segala urusan hidup dengan tanpa menanti orang lain, maka ia akan mampu meraih cita-cita yang ia impikan dan ia akan mampu kembali membangun kehidupannya yang baru.

Tidak ada waktu untuk berhenti terlalu lama, karena sesungguhnya waktu memang kerap kali memberikan energi dan semangat kepada pemburu keberanian, dan ia tidak akan pernah sekali-kali menungu orang yang lumpuh agar bisa berlari. Masa kini adalah waktu yang ada saat ini, maka tidak ada istilah bergerak lamban dan menanti. Allah swt berfirman dalam Al-qur’an Qs.Al-mu’minun : 60-61.

“Dan orang-rang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, ,dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa ) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan –kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.“

Alangkah indahnya, jika manusia selalu memperbaiki kinerja hidupnya setiap waktu, mengintrospeksi diri untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan-kesalahan yang ada pada dirinya, kemudian membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang agar tidak terjerumus kepada kesalahan yang sama dan hal yang sia-sia.

Sisihkan waktu untuk memeriksa diri dan membuang hal-hal yang tidak berguna, seperti kebiasaan-kebiasan buruk dan catatan-catatan yang mematikan semangat. Senatiasalah menata diri dengan akhlak islami, menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya dan membuang segala hal yang tidak berguna ke dalam bak sampah kehidupan.

Bukankah kehidupan manusia membutuhkan kreatifitas? Bukankah jiwa membutuhkan penataan setiap waktu untuk mengetahui hal-hal yang tidak beres yang ada pada diri kita, kemudian menyiapkannya kembali.

Sesungguhnya banyak kesempatan yang seluas-luasnya dan selebar-lebarnya bagi diri kita untuk terus memperbaiki jalan-jalan Kebajikan. Sedangkan di sisi lain pula tersedia pintu rahmat dan ampunan dari Allah swt atas kesalahan dan dosa kita, juga satu sisi lain kita didorong untuk menjaga kesucian diri.

Mari kita bergegas dari tempat tidur kita untuk menyongsong kehidupan yang baru bersama perjalanan bersama sang waktu. Sesungguhnya gema kebenaran selalu berkumandangan setiap sudut untuk merubah dan menyadarkan kembali orang yang lengah.

Salam Redaksi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sobat Retas semuanya, gimana kabar Anda saat ini? mudah-mudahan kita semua diberikan kesempatan & kesehatan oleh Allah SWT.
Tak terasa ya begitu cepatnya waktu berganti dan juga bergantinya tahun merupakan sunatullah yang tidak bisa kita elak dan sesungguhnya banyak hikmah yang dapat kita ambil. Bergantinya tahun seharusnya memaksa kita untuk menjadi lebih baik. Selamat membaca


INFORMASI TERKINI